Fall Protection System


1926.502(a)(1) Fall protection systems required by this part shall comply with the applicable provisions of this section. (Sistim proteksi jatuh – Fall protection system yang dibutuhkan pada bab ini harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada bagian ini).

1926.502(a)(2) Employers shall provide and install all fall protection systems required by this subpart for an employee, and shall comply with all other pertinent requirements of this subpart before that employee begins the work that necessitates the fall protection. (Perusahaan harus menyediakan dan memasang semua fall protection system untuk pekerja yang dibutuhkan oleh subbab ini, dan harus sesuai dengan semua persyaratan yang berkaitan dengan subbab ini sebelum pekerja memulai pekerjaan yang mewajibkan proteksi jatuh).   

What is Personal Fall Arrest Systems? (Apakah Sistim Penahan Jatuh ?)

A personal fall arrest system is one option of protection that OSHA requires for workers on construction sites who are exposed to vertical drops of 6 feet or more. (Sistim penahan jatuh adalah salah satu pilihan perlindungan yang disyaratkan OSHA untuk pekerja di area konstruksi yang mengalami jatuh vertikal dari ketinggian 1,8 meter atau lebih).

 

Using Fall Arrest Systems Safely (Memakai Fall Arrest System secara Selamat)

  • Ensure that personal fall arrest systems will, when stopping a fall (Pastikan bahwa sistim penahan jatuh, pada saat menahan jatuh, harus):
    • Limit maximum arresting force to 1,800 pounds. Be rigged such that an employee can neither free fall more than 6 feet nor contact any lower level. (Mempunyai batas maximum daya tangkap 900 kg. Terikat sedemikian rupa sehingga pekerja tidak jatuh lebih dari 1,8 meter atau tidak sampai menyentuh lantai di bawahnya).
    • Bring an employee to a complete stop and limit maximum deceleration distance to 3½ feet. (mampu menghentikan gerak jatuh pekerja dan membatasi perlambatan maksimum sejarak 1 m).
    • Have sufficient strength to withstand twice the potential impact energy of a worker free falling a distance of 6 feet, or the free fall distance permitted by the system, whichever is less. (mempunyai cukup kekuatan untuk menahan dua kali potential impact energy orang jatuh bebas sejarak 1.8m, atau jarak jatuh bebas yang diperbolehkan pada system, pilih yang lebih rendah).
  • Remove systems and components from service immediately if they have been subjected to fall impact, until inspected by a competent person and deemed undamaged and suitable for use. (Segera singkirkan system dan komponennya – jangan digunakan bila sudah pernah menahan jatuh, sampai ada inspeksi dari orang kompeten yang menyatakan system masih baik dan layak untuk digunakan). 
  • Promptly rescue employees in the event of a fall, or assure that they are able to rescue themselves. (Selamatkan pekerja secara tepat bila ada kejadian jatuh, atau yakin bahwa mereka bisa menyelamatkan diri sendiri).
  • Inspect systems before each use for wear, damage, and other deterioration, and remove defective components from service. (Sebelum digunakan inspeksi system terhadap pemakaian, kerusakan, dan hal buruk lainnya, serta singkirkan komponen yang rusak).
  • Do not attach fall arrest systems to guardrail systems or hoists. (Jangan kaitkan fall arrest system pada guardrail system atau hoist).

Rig fall arrest systems to allow movement of the worker only as far as the edge of the walking/working surface, when used at hoist areas. (Ikat fall arrest system sedemikian rupa sehingga mengizinkan pergerakan pekerja hanya sampai tepi platform kerja ketika digunakan di area hoist). 

This worker is protected by a properly constructed fall arrest system (Pekerja ini terlindungi oleh fall arrest system yang dibuat secara benar)

 

Body Harness (Body Harness)

 

 

 

 

 

 

Body harnesses are designed to minimize stress forces on an employee’s body in the event of a fall, while providing sufficient freedom of movement to allow work to be performed. Do not use body harnesses to hoist materials. (Body harness dirancang untuk meminimkan gaya tekan pada badan saat jatuh, juga dirancang memberikan kebebasan yang cukup untuk bergerak saat melaksanakan pekerjaan. Jangan menggunakan body harness untuk menarik material).

As of January 1, 1998, body belts are not acceptable as part of a personal fall arrest system, because they impose a danger of internal injuries when stopping a fall. (Sejak 1 January 1998, body belt tidak diterima sebagai bagian dari personal fall arrest system, karena body belt menimbulkan bahaya cidera internal pada saat menahan jatuh).

 

 

 

 

 

 

 

 

Webbing (Webbing)

 

 

 

 

 

Webbings are the ropes and straps used in lifelines, lanyards, and strength components of body harnesses. The webbing must be made from synthetic fibers. (Webbing adalah tali dan sabuk yang digunakan pada lifeline, lanyard, dan komponen pada body harness. Webbing harus terbuat dari fiber sintetik).

 

Vertical Lifeline/Lanyard (Lifeline Vertikal/Lanyard)  

 

 

 

 

 

Vertical lifelines or lanyards must have a minimum breaking strength of 5,000 pounds, and be protected against being cut or abraded. Each employee must be attached to a separate vertical lifeline, except during the construction of elevator shafts, where two employees may be attached to the same lifeline in the hoist-way, provided:

  • Both employees are working atop a false car that is equipped with guardrails.
  • The strength of the lifeline is 10,000 pounds (5,000 pounds per employee).
  • All other lifeline criteria have been met.

(Lifeline vertikal atau lanyard harus mempunyai breaking strength minimal 2500kg, dan terlindung dari sayatan atau abrasi. Setiap pekerja harus terkait pada lifeline vertikal yang terpisah, kecuali selama konstruksi shaft elevator, di mana dua pekerja boleh dikaitkan pada lifeline yang sama di jalur hoist. Perlu disiapkan:

  • Kedua pekerja bekerja di atas false-car yang dilengkapi dengan guardrail.
  • Kekuatan lifeline adalah 5000kg (2500kg per pekerja)
  • Semua kriteria lifeline sudah terpenuh).


 

 

 

 

 

 

 

Self-retracting vertical lifelines and lanyards that automatically limit free fall distance to 2 feet or less must be capable of sustaining a minimum tensile load of 3,000 pounds when in the fully extended position. If they do not automatically limit the free fall to 2 feet or less, ripstitch lanyards, and tearing and deforming lanyards, must be capable of sustaining a minimum tensile load of 5,000 pounds when in the fully extended position. (Self-retracting vertical lifelines and lanyards {atau dikenal dengan yoyo lifeline} yang membatasi jatuh bebas sejarak 60 cm atau bahkan kurang dari 60 cm harus mampu menahan gaya tarik minimal 1500 kg pada kondisi lifeline terljulur penuh. Bila yoyo tersebut tidak membatasi jatuh bebas sampai 60 cm, jahitan lanyard lepas, lanyard robek dan berubah bentuk, harus mampu menahan gaya tarik minimal 2500 kg ketika pada posisi terjulur penuh).  

 

Anchorages (Penambat)

 

 

 

 

 

Anchorages used for attachment of personal fall arrest equipment must be independent of any anchorage being used to support or suspend platforms, and capable of supporting at least 5,000 pounds per employee attached, or must be designed and used as follows:

  •  As part of a complete personal fall arrest system which maintains a safety factor of at least two.
  • Under the supervision of a qualified person.

(Penambat yang digunakan untuk mengaitkan personal fall arrest equipment harus terpisah dari penambat yang digunakan untuk penahan atau penggantung platform, dan harus mampu menahan setidaknya 2500 kg untuk masing-masing pekerja, atau harus didesain dan digunakan sebagai berikut):

  • Sebagai bagian dari personal fall arrest system yang lengkap dengan safety factor setidaknya dua.
  • Di bawah pengawasan orang berkompeten.

 

Horizontal Lifeline (Lifeline Horisontal)

 

 

 

 

 

 

 

 

Horizontal lifelines are to be designed, installed, and used under the supervision of a qualified person, and as part of a complete personal fall arrest system which maintains a safety factor of at least two. (Lifeline horizontal didesain, diinstall, dan digunakan di bawah pengawasan orang kompeten, dan merupakan bagian dari sebuah personal fall arrest system lengkap yang mempunyai safety factor dua).

On suspended scaffolds or similar working platforms with horizontal lifelines that may become vertical lifelines, the devices used to connect to a horizontal lifeline must be capable of locking in both directions on the lifeline. (Pada scaffold gantung atau platform kerja serupa dengan lifeline horizontal yang bisa menjadi lifeline vertikal, alat yang digunakan menyambung ke lifeline horizontal harus mampu mengunci di kedua arah pada lifeline).

 

Connectors (Penghubung)

Connectors, including D-rings and snaphooks, must be made from drop-forged, pressed or formed steel, or equivalent materials. They must have a corrosion-resistant finish, with smooth surfaces and edges to prevent damage to connecting parts of the system. (Penghubung, termasuk D-ring dan snaphook, harus terbuat dari baja tempa atau material sejenisnya. Material tersebut harus dilapisi anti karat, memiliki permukaan dan ujung halus untuk mencegah kerusakan pada bagian system penghubung).

 

 

 

 

 

D-Rings must have a minimum tensile strength of 5,000 pounds, and be proof-tested to a minimum tensile load of 3,600 pounds without cracking, breaking, or becoming permanently deformed. (D-ring harus mempunyai kekuatan tarik minimal 2500 kg, dan ada bukti tes tarik dengan gaya minimal 1800 kg tanpa ada retak, patah, atau berubah bentuk secara permanen).

 

 

 

 

 

Snaphooks must have a minimum tensile strength of 5,000 pounds, and be proof-tested to a minimum tensile load of 3,600 pounds without cracking, breaking, or becoming permanently deformed. They must also be locking-type, double-locking, designed and used to prevent the disengagement of the snaphook by the contact of the snaphook keeper with the connected member. (Snaphook harus memiliki kekuatan tarik minimal 2500 kg, dan ada bukti uji gaya tarik 1800 kg tanpa retak, patah, atau berubah bentuk secara permanen. Snaphook juga harus locking type, double locking, dirancang dan digunakan untuk mencegah snaphook lepas karena adanya kontak antara snaphook keeper dengan bagian penghubung).

Unless it is designed for the following connections, snaphooks must not be engaged:

  • Directly to webbing, rope, or wire.
  • To each other.
  • To a D-ring to which another snaphook or other connector is attached.
  • To a horizontal lifeline.
  • To any object which is incompatibly shaped in relation to the snaphook such that the connected object could depress the snaphook keeper and release itself.

 

(Kecuali ada rancangan khusus, snaphook tidak boleh dihubungkan:

  • Langsung ke webbing, tali, atau sling
  • Ke snaphook yang lain
  • Ke D-ring yang sudah dihubungkan dengan snaphook yang lain
  • Ke lifeline horizontal
  • Ke objek yang bentuknya tidak sesuai untuk snaphook seperti objek yang bisa menekan snaphook dan bisa lepas sendiri). 

Source: http://www.osha.gov

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s