GOALS SETTING

GOALS AND YOU (ANDA & TARGET)

Even though we may not put our goals in writing, it would be safe to say that we do few things in life that are not facilitated by goals and goal-setting process. Most people set goals in order to accomplish something: to get more money, to get recognition, etc. This is the reason there are so many accomplishments in this world; attaining those goals, and then moving on and setting new ones.

(Walaupun kita tidak menuangkan “target” ke dalam tulisan, tetapi lebih aman kita katakan bahwa hanya sedikit hal yang kita lakukan di dalam kehidupan ini  yang tidak difasilitasi “target” dan “proses pencapaiannya”. Kebanyakan orang menetapkan “target” dalam upaya pencapaian sesuatu: misal untuk mendapatkan uang lebih, untuk mendapatkan pengakuan, dll.  Inilah alasannya mengapa ada begitu banyak prestasi di dunia ini. Orang-orang secara terus-menerus menetapkan “target” (secara sadar ataupun tidak), setelah menggapai sasaran tersebut kemudian melanjutkan dan menentukan target baru lagi).

One company set a goal of decreasing their reportable injuries by one-half; they had had 50 such accidents the previous year. In a 6-month period, the number of incidents decreased 75% and the only thing the company had done was set the goal, publicize it, and track and report the progress toward the goal. The company made no program changes.

(Sebuah perusahaan menetapkan target untuk mengurangi reportable injury menjadi setengahnya; di mana pada tahun sebelumnya perusahaan 50 reportable injury.   Dalam kurun waktu 6 bulan jumlah reportable injury berkurang 75% padahal yang telah dilakukan perusahaan hanyalah menentukan target, mempublikasikannya, mencatat dan melaporkan perkembangan “target” tersebut. Perusahaan tersebut tidak membuat perubahan program.

Setting goals is vital for your safety and health initiative. If you set goals for yourself and your company, you will be amazed; goal setting gets great results.

(Menentukan target merupakan hal vital bagi langkah awal anda dalam K3. Ketika anda menentukan target anda sendiri dan perusahaan, anda akan takjub melihat hasilnya; menentukan target membuahkan hasil luar biasa.)

RATIONABLE BEHIND GOALS (HAL MASUK AKAL DI BALIK TARGET)

If you and other are not to be motivated, then goals must not be attainable. A failure to utilize a goal approach will surely result in a failed motivational effort.

(Bila anda dan yang lainnya tidak memiliki motivasi, maka target tidak akan tercapai. Kegagalan memanfaatkan pendekatan ” target” dipastikan akan berakhir pada upaya motivasi yang gagal).

Take, for example, the story about the Miami Dolphins and their bid to get the Super Bowl. As the story goes, a reporter was talking to Nick Buoniconti shortly after the Dolphin’s loss in the Super Bowl. He asked, “What was your team’s goal?” and Nick answered, “To get the Super Bowl”. As he spoke Nick realized that they had achieved their goal but had set it a little short. It should have been to “Get to the Super Bowl and win”.

(Sebagai contoh, kisah tentang Miami Dolphins dan harapan mereka masuk ke Super Bowl. Dikisahkan,  seorang reporter mewawancarai Nick Buoniconti sesaat setelah Dolphins kalah di Super Bowl. Reporter menanyakan “Apakah target team anda?” dan Nick menjawab “Masuk ke Super Bowl”. Saat mengatakan hal itu Nick menyadari bahwa targetnya sudah tercapai dan sayangnya target yang ditentukan masih kurang. Target yang ditentukan seharusnya “Masuk Super Bowl dan Menang”.

It is not certain that this is a true story but what is vital in this example is the fact that it demonstrates the importance of setting goals in order to accomplish what you want. Be aware, though, that a times what you get may not be all that you want. Therefore, be very careful when setting your goals since you can set too high or too low an expectation for yourself.

(Tidak bisa dipastikan apakah kisah di atas adalah kisah nyata tetapi ada hal vital pada kisah ini bahwa kisah ini menunjukkan pentingnya menentukan target dalam usaha untuk mencapai apa yang anda inginkan.  Renungkan dan pikirkan apa yang anda dapatkan belum tentu sepertu apa yang anda inginkan. Karena itu berhati-hatilah ketika menetapkan target karena bisa saja anda menentukan target terlalu tinggi atau terlalu rendah).

GOALS AND THEIR MANY FORMS (TARGET DAN BENTUKNYA)

Some goals may be quickly attained, while others will take a period of time to reach. This is the reason that your safety and health goals should be a mixture of both types of goals.

(Beberapa target mudah dicapai, sementara yang lain membutuhkan kurun waktu tertetnu untuk dicapai.Hal ini menjadi alasan mengapa target K3 anda seharusnya merupakan perpaduan dari keduanya).  

Group can be motivated to obtain goals. For instance, a story told about a factory operation that made cutting machines. The plant manager walked through the shop during the latter part of the day shift and asked the crew how many machines they had finished that day. They told him eight. Without saying a word, he took a piece of chalk and made a large eight on the concrete floor and walked away. When the next crew started their shift, they asked about the eight on the floor and the day crew explained what had happened. When the day crew came to work the next day, the eight has been erased and a nine had been chalked in its place. This is a good example of goal setting and the effect of peer pressure, competition, recognition, and involvement. You can probably think of other motivational plans as well.

(Grup kerja bisa dimotivasi. Sebagai contoh, ada sebuah kisah tentang pabrik yang memproduksi mesin potong. Menjelang akhir shift siang, Plant Manager masuk ke workshop dan menanyakan kepada krew kerja berapa mesin yang mereka selesaikan pada hari itu. Mereka bilang “delapan”. Tanpa berkata apapun ia mengambil kapur kemudian menuliskan angka delapan yang besar di lantai dan kemudian berjalan keluar. Ketika krew shift berikutnya mulai kerja, mereka menanyakan masalah angka delapan tersebut, krew shift siang menceritakan semua yang terjadi. Ketika krew siang kembali keesokan harinya, angka dilantai sudah dihapus dan diganti dengan angka sembilan. Ini adalah contoh baik mengenai penetapan target dan efek dari adanya tekanan, persaingan, pengakuan, dan keterlibatan. Anda juga bisa memikirkan rencana motivasi yang lain.

Goal setting is important in all aspects of our life and includes areas we seldom consider as motivational. People who are committed to a cause are motivated. This zeal to a cause, which is in all actuality a goal, has been a strong motivator over the history of civilization. Few people will deny the power of a purpose or cause and the drive to attain it. It has been noted that few people fail if they are driven by a goal. Goal which enhance are usually

  1. Specific
  2. Difficult
  3. Challenging

(Menetapkan target adalah hal yang penting dalam seluruh aspek kehidupan kita, termasuk hal-hal yang jarang kita anggap perlu motivasi. Orang yang mempunyai motivasi berkomitmen terhadap tujuan. Semangat mencapai tujuan ini, yang pada kenyataannya adalah target, merupakan motivator terkuat dalam sejarah peradaban manusia. Beberapa orang akan menyangkal kekuatan “tujuan atau sebab” dah hal-hal yang menggerakkan orang untuk mencapainya. Ada catatan yang menyatakan beberapa orang gagal bila mereka digerakkan oleh target. Target yang meningkatkan biasanya:

1. Spesifik
2. Sulit
3. Menantang

 

This topic of goals is of great importance. It seems to have been the force behind most of the accomplishments we have seen in this world. I think Tom Lasorda, the Dodger’s Baseball Manager, said it best when he said, “Motivation is the ability to communicate to people goals and objectives and show them how to achieve them”.

(Topik mengenai target ini sangatlah penting. Tampaknya topik ini telah menjadi kekuatan di balik keberhasilan keberhasilan yang sudah kita saksikan di dunia ini. Saya kira Tom Lasorda, Manager Dodger’s Baseball, mengungkapkan hal ini dengan sangat baik ketika dia mengatakan “Motivasi adalah kemampuan berkomunikasi dengan orang lain tentang target dan tujuan dan menunjukkan bagaimana cara untuk mencapainya”). 

(Charles D Reese and James Vernon Eidson, 2006)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s